Kepingan Surga di Ujung Pulau Jawa



Udah berapa abad nih blog TripBarengAming ngga kesentuh jari-jari mungyl-ku wkwk

Okee let's see the world again! Selepas pandemi ini (((udah lewat berapa tahun juga sih pandeminyaa.. emang alesan aja))) gue akan mulai nge-blog lagi. Jadi siap-siap aja kalian akan dibanjiri cerita-cerita baru tapi sudah lalu, karena baru gue ceritain lagi sekarang.

Udah langsung aja, chapeque basa-basi..
Gue mau cerita tentang perjalanan gue, bulan Mei tahun lalu tepatnya tahun 2025, ke sebuah pulau di ujung barat pulau Jawa. Sudah banyak yang tahu pastinya yaa, atau malah sudah pernah ke sana? Yang belum atau baru merencanakan perjalanan, kata gue sih gasss! Ngga bakalan nyesel sama sekali. Karena bener-bener kayak kepingan surga yang Allah ciptakan. (((kayak pernah ke surga aja nihh yang nulis 😂😂😂😂😂))) -> tapi calon penghuni surga bisa lahh yaa, aamiiinnn yaa Rabb 💕



Tapi sueeerr pulau ini tuh indah banget! Pulau kecil yang dijadikan Taman Nasional ini, pantainya bersih banget, hamparan pasir putih yang halus, air laut yang tenang, gradasi warna pantai dari putih jernih ke biru laut, suasana yang damai bikin betah buat healing atau sekedar melepas penat karena berhari-hari kerja di kota. Sebut saja namanya Pulau Peucang atau biasa disebut juga Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional yang menjadi pusat habitat Badak Jawa ini, bisa lo datengin dengan cara ikut open trip dari travel yang telah tersedia. Karena berbeda dengan Pulau Seribu yang terbuka untuk umum dan bisa didatangi kapan saja, sedangkan Pulau Peucang ini terbuka untuk umum hanya di waktu-waktu tertentu saja, biasanya di weekend atau long weekend. 

Karena pulau ini bukan pulau yang dihuni oleh para penduduk, hanya dijadikan konservasi dan kantor taman nasional untuk kegiatan sehari-hari, maka tempat menginapnya pun tidak terlalu banyak pilihan. Hanya tersedia barak (biasa dijadikan tempat untuk peserta open trip). Kalau ingin tempat istirahat yang lebih nyaman, lo bisa upgrade ke beberapa villa yang tersedia, di antaranya Villa Fauna, Villa Nikki Batik dan Villa Nikki Angklung. Tapi villa ini pun terbatas kamarnya, jadi cepet-cepetan deh yaa bookingnya.





Berhubung gue ke sana bareng 5 sobat Triping lainnya, jadi kita pilih upgrade kamar ke Villa Fauna yang harganya masih agak masuk akal. Karena Villa Nikki Batik & Villa Nikki Angklung, harganya di luar nurul. 😂😆  Tapi oke sih kalo emang lo membutuhkan tempat yang ekstra nyaman, ada harga ada rupa. Untuk semua kondisi villa-nya bisa cek di link ini yaa Villa Ujung Kulon .

Ohh iyaa, untuk budget trip-nya sendiri itu 750.000,-/pax sudah include transportasi darat & laut, penginapan (beruapa barak, kalau mau upgrade kamar bisa nambah harga), makan 5x, snack, air minum, dokumentasi, tiket retribusi taman nasional, dan lain-lainnya bisa cek di link ini Open Trip Ujung Kulon 
Kalau mau snorkeling dan ngga bawa alat, lo bisa sewa dengan harga Rp 50.000,-/pax, sedangkan kalo bawa alat snorkeling sendiri, gratiiss! nyebur main air sepuasnya. 

Terusss kalo mau ikut kegiatan yang lebih fun lagi, bisa sewa Kayak Rp 50.000,-/20 menit/pax. Tapi sayang ngga sih, udah ke sana tapi dokumentasinya nanggung. 😆😆
Jadi mending lo pilih paket main Kayak sekaligus foto & video pake drone, dengan budget Rp 150.000,-/pax lo udah bisa dapet dokumentasi yang kece banget!!

Jadi total budget yang gue keluarkan untuk trip ke Ujung Kulon kali ini adalah...
- Open trip Rp 750.000,-
- Upgrade kamar Rp 700.000,- : 6 = @117.000
- Kayak + drone Rp 150.000,-
Total Rp 1.017.000,-

Tapiii.. ini di luar tipping untuk guide dan jajan-jajan di dermaga yaa atau bawa cemilan, karena selama di pulau ngga ada warung yang jualan kayak di Pulau Seribu.

Untuk perjalanannya sendiri, di mulai dari Jum'at malam, gue pilih meeting point penjemputan di Kebon Jeruk, jam 9 malam. Lalu perjalanan dilanjutkan sampai Dermaga Sumur, kurang lebih sekitar jam 3 pagi sampai di pelabuhan ini. Di sini kita bisa selonjorin kaki sejenak, bisa mandi, bisa ganti baju sampai menunggu adzan Subuh dan sholat (bagi yang melaksanakan).
Sekitar jam 5 subuh, kapal sudah mulai melaju menuju Pulau Peucang. Kita bisa menikmati sunrise di kapal. Ditemani sinar matahari yang cantik, diterpa angin laut yang lembut dan suara syahdu kapal kayu, bikin mata menjadi sayu dan mulai terlelap. 
Perjalanan laut ini memakan waktu kurang lebih hampir 3 jam, yaa lumayan bisa bobo cantik sebentar sambil ngelurusin kaki.

Penampakan kapal yang kita tumpangi

Jujurly ini pertama kalinya gue ikut open trip, ternyata banyak juga manusia yang ikut. Kurang lebih ada sekitar 150 orang, dibagi jadi 3 kapal. Cukup nyaman kapal kayunya, bisa nyender, bisa rebahan atau sekedar duduk-duduk di deck. Lumayan seru juga walaupun banyak orang yang ngga kita kenal selama perjalanan. 

Hari pertama setelah kita sampai di Pulau Peucang, kita lanjut snorkeling di sekitar pulau. Biota lautnya cukup beragam, airnya jernih, ombaknya pun ngga terlalu kencang. Agen travelnya juga sudah menyediakan jasa pemotretan underwater. Lumayanlahh yaa, ada dokumentasinya, walaupun ternyata hasilnya di luar ekspektasi, syungguh membagongkan awowkwowkok


makannya di depan kamar kita yang udah di upgrade

Setelah selesai snorkeling, kapal kembali ke darat, lalu waktunya pembagian kamar. Kami memasuki kamar yang sudah kami pesan. Ruangan cukup sekali untuk ber-5, masih ada space untuk duduk-duduk di lantai. Di dalam ruangan disediakan juga kipas angin yang bisa dinyalakan listriknya hanya dari sore - pagi hari. Karena aktifitas kita kebanyakan di luar, jadi ngga terlalu masalah. 

Selesai bersih-bersih, kita lanjut makan siang, sudah disediakan oleh agen travelnya juga. Hidangan prasmanan yang sederhana yaitu nasi, lauk pauk dan sayur, begitu menggugah selera kita semua, mungkin karena chapeque dan laper juga kali yaa, hahaha

Sehabis makan siang, bagi yang sewa permainan kayak dan dokumentasi drone, waktunya kita beraksi. Jadi untuk dokumentasi drone yang di darat, itu foto per group, untuk yang permainan Kayak, foto sendiri-sendiri. Hasilnya oke siiihhh.. okee bangettt malah. Bisa banget buat jadi Pic Profile selanjutnya nihh, akakakaak

Menjelang sore hari, kami diajak menyeberangi pulau yang berada tepat di seberang tempat kami menginap, yaitu Savana Cidaun. Di sana tempat habitat asli satwa-satwa liar yang dilindungi oleh Taman Nasional Ujung Kulon, seperti badak, banteng jawa, dan lainnya. Memasuki Savana Cidaun ini, kita perlu sedikit trekking melewati semak-semak dan lumpur. Setelah melihat satwa liar dari jarak yang aman, kami kembali menuju tepi pantai untuk kembali ke penginapan. Tapi sebelum itu, kita diberi waktu untuk menikmati suasana saat matahari tenggelam. 

Suasana syahdu saat matahari tenggelam di ujung Pulau Jawa hari itu, cukup membekas. Ada manis-manisnya gitu sih rasanya.. 😋😋


Savana - kalau lihat di ujung kanan ada Banteng Jawa


Setelah sampai penginapan, kita mulai berebut kamar mandi. Maklum hanya ada beberapa kamar mandi yang tersedia. Sambil nunggu kamar mandi, kita ditemani rusa-rusa dan monyet yang berkeliaran di dekat penginapan. Hewan-hewan liar tersebut tidak mengganggu, tapi kalau monyet paling suka mendekati orang yang bawa makanan. Jadi kalau tidak mau didekati mereka, simpan makanan kalian baik-baik di dalam kamar. Kadang mereka cukup agresif mendekati orang yang membawa makanan.

Suasana malam hari di Pulau Peucang sangat syahdu, tidak ada suara berisik kendaraan bermotor, hanya ada suara-suara hewan liar, seperti jangkrik dan teman-teman, serta desir ombak pantai. Langit malamnya juga indah, bintang terlihat jelas dari depan penginapan.

Setelah makan malam dengan hidangan yang sederhana namun istimewa, menikmati suasana malam di depan penginapan, kami lanjut masuk kamar, untuk mengisi baterai ponsel. Sinyal di pulau ini sangat terbatas, bahkan untuk beberapa provider tidak tersedia. Jadi bagi yang membutuhkan sinyal kuat, bisa membeli jasa wifi keliling yang disediakan agan travel. Traveling ke tempat terpencil yang susah sinyal ini, waktu yang tepat untuk detoks diri kita dari sosial media. Santai sejenak dari hiruk pikuk grup WhatsApp kantor yang tidak pernah ada hentinya.

Pagi harinya, jadwal kita sebelum sarapan adalah trekking ke dalam hutan, melihat pohon Kiara yang berusia ratusan tahun dan masih berdiri kokoh hingga saat ini, walaupun pernah diterjang letusan gunung Krakatau. Setelah trekking santai, kita disuguhkan sarapan berupa nasi uduk, lengkap dengan lauknya. Ada pisang goreng yang jadi cemilan favorit kita, dan bisa langsung habis dalam sekejap diserbu warga.


kita di depan pohon Kiara

rusa liar yang berkeliaran di sekitar penginapan

Sayangnya ada beberapa destinasi wisata yang tidak bisa kita kunjungi karena beberapa tempat sedang ditutup, seperti susur sungai dan trekking ke Karang Copong.

Setelah sarapan, mumpung masih ada waktu, kita balik main di pantai, kalau beruntung bisa main Kayak gratisan, tapi ngga difoto pake drone yaa. Jadi buat main-main aja, seru-seruan bareng teman. Puas-puasin foto dan bikin video juga, buat stok konten 1 tahun ke depan. 😂😂

Sekitar jam 12 atau jam 1 siang, akhirnya kita sudahi trip di Pulau Peucang ini. Kapal siap kembali ke Dermaga Sumur, dan bertolak kembali ke Jakarta. Memakan waktu kurang lebih 2-3 jam perjalanan laut, lalu dilanjutkan kurang lebih 6 jam perjalanan darat menuju Jakarta dari Pandeglang.

Okee selesai sudah Trip Bareng Aming ke Pulau Peucang!
Sampai jumpa di Triping selanjutnyaaa~~


see you on another Triping!



Comments

favorite reader!

Rincian Biaya Backpacker (Jakarta - Medan - Aceh - Sabang)

Jakarta - Malang - Probolinggo - Bromo

Rincian Biaya Trip To Maluku

Pulau Tegal - Pasir Timbul, Lampung

Jakarta - Medan - Aceh - Sabang